Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan.

Belajar hari ini adalah investasi terbaik untuk masa depan, karena ilmu yang kita miliki akan menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ilmu membuat kita mampu menghadapi perubahan zaman.

Belajar hari ini adalah investasi terbaik untuk masa depan, karena ilmu yang kita miliki akan menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ilmu membuat kita mampu menghadapi perubahan zaman.

Pendidikan tidak hanya membuat kita cerdas, tetapi juga membentuk karakter, sikap, dan kemampuan untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Pendidikan membentuk kecerdasan sekaligus karakter.

Jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran berharga, karena dari setiap keberhasilan maupun kegagalan kita dapat belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran berharga.

Teruslah belajar dan jangan pernah berhenti bermimpi, karena masa depan yang hebat selalu dimulai dari keberanian untuk menuntut ilmu dan mempersiapkan diri sejak sekarang.

Rabu, 30 September 2026

Apel Hari Kesaktian Pancasila, Warga SMP Negeri 3 Sayung Teladani Semangat Para Pahlawan

SMP Negeri 3 Sayung melaksanakan apel dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan belakang sekolah tersebut diikuti oleh seluruh guru, karyawan, serta peserta didik kelas 7, 8, dan 9.

Apel dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 07.30 WIB. Meskipun dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Suasana tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh warga sekolah terhadap perjuangan para pahlawan, khususnya para Pahlawan Revolusi, yang telah berjuang mempertahankan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala SMP Negeri 3 Sayung, Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga meneruskan semangat perjuangan melalui kegiatan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut beliau, bagi seorang pelajar, salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan belajar secara sungguh-sungguh, meningkatkan prestasi, memiliki karakter yang baik, serta terus mengembangkan potensi diri. Semangat para pahlawan hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

“Kita mengenang perjuangan para pahlawan bukan hanya melalui upacara atau apel, tetapi juga dengan meneruskan semangat perjuangan mereka. Bagi anak-anak, perjuangan itu dapat diwujudkan dengan semangat belajar, disiplin, menjaga persatuan, dan terus berusaha menjadi generasi yang membanggakan. Mari kita menghargai jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui hal-hal positif dan memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita,” pesan Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd.

Pelaksanaan apel berlangsung dengan sangat baik. Bapak dan ibu guru, karyawan, serta seluruh siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Khidmatnya pelaksanaan apel menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah.

Setelah apel selesai pada pukul 07.30 WIB, para siswa kembali mengikuti kegiatan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Melalui kegiatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, seluruh warga SMP Negeri 3 Sayung diharapkan memperoleh tambahan wawasan dan motivasi untuk senantiasa mengenang serta menghargai perjuangan para pahlawan. Lebih dari itu, semangat perjuangan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui semangat belajar, bekerja, berkarya, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Selasa, 29 September 2026

Tingkatkan Kreativitas Pembelajaran, Guru SMP Negeri 3 Sayung Eksplorasi Canva Berbasis AI

SMP Negeri 3 Sayung kembali melaksanakan kegiatan berbagi praktik baik terkait pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk pembelajaran bermakna pada Selasa, 29 September 2026. Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik pemanfaatan Canva untuk membuat media pembelajaran interaktif, khususnya untuk mendukung pembelajaran daring.

Bertempat di Ruang Kelas 9A, kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sesi paparan dan diskusi yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Pada sesi praktik, Kepala SMP Negeri 3 Sayung bertindak sebagai pemateri sekaligus pendamping bagi bapak dan ibu guru dalam mengeksplorasi berbagai fitur Canva yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pembelajaran.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan interaktif. Para guru tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung. Dengan pendampingan pemateri, peserta mencoba memanfaatkan Canva untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran daring.

Antusiasme bapak dan ibu guru terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik dan mengeksplorasi berbagai fitur yang tersedia. Kegiatan praktik juga menjadi kesempatan bagi guru untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan artifisial ke dalam proses pembelajaran. 

Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan wawasan dan pengalaman baru dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk pembelajaran, khususnya dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif menggunakan Canva. Hasil praktik tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran daring yang lebih menarik, kreatif, dan bermakna bagi peserta didik. 

Kegiatan berbagi praktik baik ini menjadi bagian dari upaya SMP Negeri 3 Sayung dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara kreatif dalam pembelajaran. Dengan semakin berkembangnya teknologi kecerdasan artifisial, guru diharapkan mampu memanfaatkannya secara bijak sebagai sarana pendukung untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Minggu, 27 September 2026

Berbagi Praktik Baik Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Pembelajaran Bermakna di SMP Negeri 3 Sayung

SMP Negeri 3 Sayung melaksanakan kegiatan berbagi praktik baik terkait pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk pembelajaran bermakna pada Senin–Selasa, 28–29 September 2026. Kegiatan yang bertempat di Ruang Kelas 9A ini diikuti oleh bapak dan ibu guru SMP Negeri 3 Sayung dengan penuh antusias.

Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai tersebut dilaksanakan dalam dua sesi selama dua hari. Pada hari pertama, Senin, 28 September 2026, kegiatan diisi dengan paparan materi dan diskusi mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam mendukung pembelajaran bermakna. Kepala SMP Negeri 3 Sayung bertindak sebagai pemateri dengan menyampaikan berbagai wawasan dan praktik baik pemanfaatan teknologi AI yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

Paparan materi dan diskusi berlangsung dengan baik dan interaktif. Para guru menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan, termasuk melalui diskusi dan tanya jawab terkait pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk mendukung tugas dan kebutuhan pembelajaran di kelas.

Selanjutnya, pada Selasa, 29 September 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan sesi praktik. Pada sesi ini, bapak dan ibu guru akan mengikuti kegiatan praktik pemanfaatan kecerdasan artifisial secara langsung. Melalui sesi praktik tersebut, para peserta diharapkan dapat mengeksplorasi berbagai pemanfaatan AI yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran serta memperoleh pengalaman dalam menerapkannya secara bijak dan kreatif.

Waka Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Sayung, Bu Fajri, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan berbagi praktik baik tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus karena memberikan kesempatan kepada para guru untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial untuk pembelajaran.

“Kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat bagi bapak ibu guru. Melalui berbagi praktik baik ini, kita dapat menambah wawasan tentang pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran. Semoga kegiatan praktik besok dapat diikuti dengan baik dan memberikan pengalaman baru yang bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas,” ungkap Bu Fajri.

Kegiatan berbagi praktik baik ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman baru bagi para guru SMP Negeri 3 Sayung dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk mendukung pembelajaran yang bermakna. Dengan adanya kegiatan paparan, diskusi, dan praktik, para guru diharapkan semakin siap mengembangkan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

SMP Negeri 3 Sayung terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan praktik baik, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. 


Sabtu, 26 September 2026

SMP NEGERI 3 SAYUNG IKUTI LOMBA CEPAT TEPAT PRAMUKA KWARTIR RANTING SAYUNG DI SD DALEMAN

Sayung, 26 September 2026 – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting 04 Sayung menyelenggarakan Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP) Tingkat Siaga, Penggalang dan Penegak Se-Kecamatan Sayung. Kegiatan tersebut bertempat di SD Negeri Daleman, Kecamatan Sayung, Kabupaten 

Demak.Keikutsertaan SMP Negeri 3 Sayung dalam ajang tersebut bertujuan sebagai bentuk kontribusi aktif dalam kegiatan kepramukaan di tingkat Kwartir Ranting serta untuk menambah pengalaman, wawasan, dan pembinaan karakter bagi peserta didik melalui kompetisi yang edukatif dan positif.Lomba dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai. Pelaksanaan lomba mengambil tempat di ruang-ruang kelas SD Negeri Daleman. 

Kegiatan LCTP diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Ranting 04 Sayung dengan peserta yang terdiri dari Anggota Pramuka Golongan Siaga dari SD dan MI, Anggota Pramuka Golongan Penggalang dari SD, SMP, dan MTs, serta Anggota Pramuka Golongan Penegak dari SMA/SMK/MA se-Kecamatan Sayung.Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dihadiri oleh seluruh peserta lomba dan para Pembina Pendamping dari berbagai Pangkalan Gugus Depan. Setelah apel, seluruh peserta memasuki ruangan yang telah ditentukan untuk melaksanakan tahap kualifikasi secara daring hingga menuju babak final.Pada hasil lomba tahun ini, peserta didik perwakilan dari SMP Negeri 3 Sayung belum berhasil meraih hasil yang memuaskan. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Pembina dan pelatih untuk terus mengembangkan bakat, minat, serta pendidikan karakter peserta didik. 

Pengalaman dari lomba tersebut akan dijadikan sebagai acuan untuk terus mendidik peserta didik dan sebagai proses menuju kesuksesan, sekaligus menambah pengalaman peserta didik untuk berlatih lebih giat, memupuk kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab.Pembina Pramuka SMP Negeri 3 Sayung, Bapak Ahmad Zuhry memberikan apresiasi dan motivasi kepada peserta didik."Kalah menang itu hal biasa dalam sebuah perlombaan. Yang terpenting anak-anak sudah berani tampil, mau belajar, dan telah berkontribusi membawa nama sekolah. Jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman hari ini sebagai guru terbaik. Terus berlatih lebih giat, tingkatkan pengetahuan kepramukaan, jaga kedisiplinan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab. Dengan semangat belajar yang tinggi, tahun depan pasti bisa meraih hasil yang lebih baik," ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam LCTP Kwartir Ranting Sayung ini, SMP Negeri 3 Sayung menunjukkan komitmen untuk terus maju dan berprestasi. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal untuk bangkit menjadi lebih kuat. Dengan semangat pantang menyerah, disiplin, dan kerja keras, diharapkan peserta didik SMP Negeri 3 Sayung mampu mengukir prestasi yang lebih gemilang di masa mendatang.

Rabu, 23 September 2026

Semangat Berbagi, Guru SMP Negeri 3 Sayung Gelar Diseminasi Hasil Pelatihan

SAYUNG — Ruang kelas 9A SMP Negeri 3 Sayung mendadak riuh dengan diskusi hangat para pendidik. Guru-guru di sekolah tersebut berkumpul dalam kegiatan berbagi materi (diseminasi) hasil pelatihan yang berfokus pada implementasi pendekatan pembelajaran mendalam di kelas, dengan narasumber Wafi Azizah, S.Pd.

Suasana kegiatan berlangsung sangat interaktif dan dinamis. Wafi Azizah memaparkan bagaimana strategi penerapan pembelajaran mendalam dapat mendorong siswa berpikir kritis, memahami konsep secara bermakna, serta menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Tidak sekadar mendengarkan paparan, para guru peserta aktif melontarkan pertanyaan dan tanggapan, hingga alur diskusi terasa hidup dari awal sampai akhir acara.

Salah satu peserta kegiatan, Yati Ulfatun Fajriya, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap materi yang dibagikan.

“Penyampaian materinya sangat praktis dan langsung bisa dibayangkan penerapannya di kelas, terutama bagaimana kita memfasilitasi deep learning agar siswa tidak sekadar menghafal. Diskusi seperti ini membuat kita makin bersemangat untuk terus berinovasi,” ungkap Yati Ulfatun Fajriya, S.Pd. usai kegiatan.

Kepala SMP Negeri 3 Sayung, Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., juga memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya sangat bangga dan mendukung penuh budaya saling berbagi ini. Kegiatan deseminasi mengenai pendekatan pembelajaran mendalam yang dibawakan Bu Wafi Azizah sangat penting agar ilmu yang didapat dari pelatihan tidak berhenti di satu orang saja, melainkan bisa diterapkan bersama demi meningkatkan kualitas pembelajaran seluruh peserta didik di SMP Negeri 3 Sayung,” tutur Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd.

Melalui ruang berbagi ini, para pendidik di SMP Negeri 3 Sayung berhasil memupuk kembali semangat belajar bersama. Selain mempererat kolaborasi antarguru, kegiatan ini terbukti efektif menambah pemahaman peserta dalam merancang pembelajaran di kelas yang lebih bermakna.



Selasa, 22 September 2026

SMP Negeri 3 Sayung Laksanakan Asesmen Sumatif Tengah Semester Tahun Ajaran 2026/2027

Sayung – SMP Negeri 3 Sayung melaksanakan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran peserta didik. Kegiatan ASTS dilaksanakan mulai 21 September hingga 3 Oktober 2026.

Pelaksanaan ASTS menjadi salah satu sarana bagi sekolah untuk mengetahui perkembangan capaian belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran pada awal semester. Melalui asesmen ini, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.

Kegiatan ASTS diikuti oleh peserta didik SMP Negeri 3 Sayung dengan tetap mengedepankan suasana asesmen yang tertib, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Para siswa diharapkan dapat mengerjakan setiap asesmen dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bu Yati Ulfatun Fajriya, S.Pd., yang lebih familiar dikenal dengan nama Bu Riya, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Sayung, menyampaikan bahwa ASTS merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran dan evaluasi capaian peserta didik.

“ASTS merupakan salah satu bentuk evaluasi untuk melihat perkembangan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Kami berharap anak-anak dapat mengikuti asesmen dengan tertib, jujur, dan sungguh-sungguh. Hasil asesmen nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran sekaligus menentukan tindak lanjut yang diperlukan,” ujar Bu Riya.

Lebih lanjut, pelaksanaan ASTS juga menjadi momentum bagi peserta didik untuk belajar bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Persiapan menghadapi asesmen diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih rajin belajar, mengulang materi, serta membangun kebiasaan belajar yang teratur.

Bagi guru, hasil ASTS dapat menjadi salah satu bahan refleksi untuk melihat efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merancang pembelajaran dan tindak lanjut sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

SMP Negeri 3 Sayung berharap pelaksanaan ASTS Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan objektif serta memberikan gambaran mengenai perkembangan capaian belajar peserta didik.

“Belajar hari ini, untuk masa depan yang lebih baik.”

Senin, 21 September 2026

Senam Gen Wali, SMP Negeri 3 Sayung Padukan Olahraga dan Pendidikan Antikorupsi

Sayung – SMP Negeri 3 Sayung terus berupaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada peserta didik melalui kegiatan yang edukatif, menyenangkan, sekaligus menyehatkan. Salah satunya melalui pembuatan dan pelaksanaan Senam Gen Wali sebagai bentuk perpaduan antara aktivitas olahraga dan sosialisasi antikorupsi.

Kegiatan Senam Gen Wali akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat setelah pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat di SMP Negeri 3 Sayung. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta didik dengan didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Pak Masrokan, S.Pd., bapak dan ibu guru, serta kepala sekolah.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan penuh semangat. Para siswa mengikuti gerakan senam bersama sehingga kegiatan olahraga menjadi lebih menarik dan dapat diikuti dengan antusias.

Selain bertujuan menjaga kebugaran tubuh, Senam Gen Wali juga menjadi media untuk mengenalkan nilai-nilai antikorupsi kepada peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan gambaran tentang bahaya korupsi serta pentingnya membangun sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas sejak dini. 

Pak Masrokan, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 3 Sayung, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda bagi peserta didik. 

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya membuat anak-anak sehat secara fisik, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pentingnya menjauhi perilaku korupsi. Dengan cara yang menyenangkan melalui senam, kami berharap pesan tentang kejujuran dan integritas dapat lebih mudah diterima dan diingat oleh anak-anak,” ujar Pak Masrokan. 


Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk menghindari perilaku koruptif sejak dini. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan berani melakukan hal yang benar diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan siswa dalam kehidupan sehari-hari. 

Melalui Senam Gen Wali, SMP Negeri 3 Sayung memadukan olahraga, pendidikan karakter, dan sosialisasi antikorupsi dalam sebuah kegiatan yang sederhana dan menyenangkan. 

Dengan tubuh yang sehat dan karakter yang kuat, diharapkan peserta didik SMP Negeri 3 Sayung tumbuh menjadi generasi yang sehat, jujur, berintegritas, dan mampu menjauhi perilaku koruptif.

 

Nonton Senam dan Film Gen Wali, SMP Negeri 3 Sayung Sosialisasikan Bahaya Korupsi

Sayung – SMP Negeri 3 Sayung melaksanakan kegiatan sosialisasi antikorupsi melalui kegiatan senam dan menonton film Gen Wali. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, pada 7–30 September 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dengan didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Pak Masrokan, S.Pd., serta beberapa bapak dan ibu guru. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan sehingga siswa dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Kegiatan diawali dengan senam bersama sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat. Setelah itu, siswa mengikuti kegiatan menonton film Gen Wali yang menjadi media dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikan antikorupsi.

Melalui film tersebut, siswa memperoleh gambaran mengenai bahaya korupsi serta pentingnya membangun sikap jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas. Penyampaian pesan antikorupsi melalui media film diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah memahami nilai-nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pak Masrokan, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 3 Sayung, menyampaikan bahwa pendidikan antikorupsi perlu dikenalkan kepada peserta didik sejak dini.

“Kami berharap anak-anak memiliki gambaran dan pemahaman tentang bahaya korupsi. Pendidikan antikorupsi tidak hanya berbicara tentang korupsi, tetapi juga bagaimana membiasakan anak untuk jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berani melakukan hal yang benar. Kami mengemas kegiatan ini dengan cara yang menyenangkan agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh siswa,” ujar Pak Masrokan.

Kegiatan yang berlangsung selama 7–30 September 2026 tersebut menjadi salah satu upaya SMP Negeri 3 Sayung dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan integritas kepada peserta didik.

Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan siswa tidak hanya memahami bahaya korupsi, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.

Dari sekolah, membangun generasi berintegritas dimulai dari pembiasaan sederhana: jujur dalam setiap tindakan dan bertanggung jawab atas setiap pilihan.

 

Sabtu, 19 September 2026

Ekstrakurikuler Pencak Silat SMP Negeri 3 Sayung, Membentuk Fisik Kuat dan Mental Berprestasi

Sayung – SMP Negeri 3 Sayung terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya adalah ekstrakurikuler Pencak Silat yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu setelah kegiatan pembelajaran selesai, mulai pukul 12.30 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi yang memiliki minat terhadap olahraga bela diri. Latihan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan, penuh semangat, dan disiplin, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan fisik sekaligus belajar berbagai dasar bela diri.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik mendapatkan latihan dari Pak Diding Mega Riyanto selaku pelatih. Sementara itu, kegiatan mendapatkan pembinaan dari Pak Ahmad Zuhri selaku Pembina Ekstrakurikuler Pencak Silat SMP Negeri 3 Sayung.

Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, siswa dibekali dengan dasar-dasar pencak silat, kebugaran fisik, ketangkasan, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga diri. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun keberanian, percaya diri, sportivitas, dan mental yang kuat.

Pak Ahmad Zuhri, selaku Pembina Ekstrakurikuler Pencak Silat, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengajarkan keterampilan bela diri, tetapi juga membentuk karakter dan kondisi fisik peserta didik.

“Kami berharap anak-anak memiliki fisik yang kuat, sehat, dan mempunyai dasar-dasar bela diri yang baik. Yang tidak kalah penting, mereka belajar disiplin, keberanian, sportivitas, dan tanggung jawab. Dengan latihan yang rutin dan sungguh-sungguh, kami berharap ke depan anak-anak dapat mengembangkan kemampuannya hingga mampu meraih prestasi,” ujar Pak Ahmad Zuhri.

Kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat diharapkan dapat menjadi wadah positif bagi siswa untuk menyalurkan energi dan mengembangkan potensi diri. Latihan yang dilakukan secara konsisten juga diharapkan mampu membentuk peserta didik yang lebih percaya diri, tangguh, disiplin, dan memiliki semangat pantang menyerah.

Melalui ekstrakurikuler Pencak Silat, SMP Negeri 3 Sayung terus berupaya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi nonakademik sekaligus membangun karakter positif. Dari latihan yang disiplin, diharapkan lahir siswa yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap meraih prestasi.

Rabu, 16 September 2026

Berani Tampil, Berani Berjuang! SMP Negeri 3 Sayung Ukir Pengalaman di MAPSI ke-14

Demak – SMP Negeri 3 Sayung turut berpartisipasi dalam Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) ke-14 tingkat Kabupaten Demak yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Karangtengah. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik SMP dari berbagai sekolah se-Kabupaten Demak sebagai ajang untuk mengembangkan potensi, bakat, prestasi, serta karakter peserta didik dalam bidang keagamaan dan seni Islami.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Demak beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak beserta jajaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak beserta jajaran, serta para tamu undangan lainnya.

SMP Negeri 3 Sayung mengirimkan 13 peserta didik untuk mengikuti berbagai cabang lomba, yaitu CCI (Cerdas Cermat Islami), Tilawah, Tahfidz, Tartil, Pidato, Kaligrafi, dan Adzan.

Adapun peserta yang mewakili SMP Negeri 3 Sayung adalah:

  1. Khayra Putri Ana Tasya – IX B – CCI
  2. Kholifatur Rosadah – IX A – CCI
  3. Jihan Tri Aprilia – VIII A – CCI
  4. Neisyah Kiranni Nur Awallia – IX A – Tilawah Putri
  5. Muhammad Akmal Azka – VIII C – Tahfidz Putra
  6. Anaa Juliana Maghfiroh – IX B – Tahfidz Putri
  7. Farikhul Khitam – IX A – Tartil Putra
  8. Najwa Silvia Rahmawati – IX B – Tartil Putri
  9. Zainal Abidien Alkhirnis – VIII C – Pidato Putra
  10. Syafa Aulia – IX B – Pidato Putri
  11. Muhammad Azzami – VII A – Kaligrafi Putra
  12. Indah Anjani – IX B – Kaligrafi Putri
  13. Muhammad Abdul Rozaq – IX B – Adzan

Dalam kompetisi tersebut, beberapa peserta SMP Negeri 3 Sayung berhasil memperoleh peringkat yang membanggakan. Pada cabang CCI, tim SMP Negeri 3 Sayung berhasil meraih peringkat ke-43 dari 70 peserta.

Sementara itu, Anaa Juliana Maghfiroh berhasil meraih peringkat ke-9 Tahfidz Putri, Najwa Silvia Rahmawati meraih peringkat ke-17 Tartil Putri, dan Syafa Aulia meraih peringkat ke-17 Pidato Putri.

Salah satu pendamping lomba, Pak Haji Zaenal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti perlombaan dengan penuh semangat.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan seluruh anak-anak. Bagi yang berhasil meraih peringkat, tentu ini menjadi hasil dari kerja keras dan latihan yang telah dilakukan. Namun, anak-anak yang belum mendapatkan juara juga tetap luar biasa karena sudah berani tampil dan berkompetisi. Pengalaman ini sangat berharga untuk menjadi bekal agar mereka semakin percaya diri dan terus berkembang.”

Hal senada disampaikan Waka Bidang Kesiswaan SMP Negeri 3 Sayung, Pak Masrokan. Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah perlombaan tidak hanya diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari proses, keberanian, kedisiplinan, dan pengalaman yang diperoleh peserta didik.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah membawa nama SMP Negeri 3 Sayung dalam MAPSI ke-14. Tidak semua perjuangan harus berakhir dengan piala. Keberanian untuk berlatih, tampil, dan berkompetisi merupakan sebuah prestasi tersendiri. Bagi yang sudah meraih peringkat, terus tingkatkan kemampuan. Bagi yang belum juara, jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk berlatih dan mencoba kembali pada kesempatan berikutnya.”

Seluruh peserta juga mendapatkan apresiasi dari sekolah atas semangat, keberanian, kerja keras, dan kesediaan membawa nama SMP Negeri 3 Sayung dalam ajang MAPSI tingkat Kabupaten Demak. Baik yang berhasil meraih peringkat maupun yang belum memperoleh juara, semuanya telah memberikan pengalaman dan kebanggaan tersendiri bagi sekolah.

Keikutsertaan dalam MAPSI ke-14 Kabupaten Demak menjadi bagian dari komitmen SMP Negeri 3 Sayung dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik, keagamaan, seni, kepercayaan diri, dan karakter.

Semoga pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus belajar, berlatih, dan berani mencoba. Juara adalah hasil, tetapi keberanian untuk berproses adalah prestasi yang juga patut diapresiasi.

Minggu, 13 September 2026

Ekstrakurikuler Kaligrafi SMP Negeri 3 Sayung, Wadah Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa

Sayung – SMP Negeri 3 Sayung terus memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya adalah ekstrakurikuler Kaligrafi yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu setelah kegiatan pembelajaran selesai, mulai pukul 12.30 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi yang memiliki minat dan ketertarikan terhadap seni kaligrafi. Pelaksanaan latihan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan penuh semangat, sehingga siswa dapat belajar sekaligus menyalurkan kreativitas mereka melalui karya seni.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pelatihan dari Abdullah Faqih. Sementara itu, kegiatan Kaligrafi mendapatkan pembinaan dari Bapak Abdul Rouf, S.Pd.I., selaku guru PAI sekaligus Pembina Ekstrakurikuler Kaligrafi SMP Negeri 3 Sayung.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teknik menulis dan membuat karya kaligrafi, tetapi juga dilatih untuk memiliki ketelitian, kesabaran, ketekunan, kreativitas, dan rasa percaya diri dalam menghasilkan sebuah karya.

Bapak Abdul Rouf, S.Pd.I., selaku Pembina Ekstrakurikuler Kaligrafi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk mengembangkan bakat sekaligus meningkatkan kualitas karya mereka.

“Kami berharap anak-anak dapat mengikuti kegiatan Kaligrafi dengan senang dan terus berlatih. Kaligrafi membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan. Semakin sering berlatih, insyaallah kemampuan dan karya yang dihasilkan anak-anak akan semakin baik,” ujar Abdul Rouf.

Beliau juga berharap kegiatan Kaligrafi dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal dan mencintai seni tulisan Arab sekaligus mengembangkan kreativitas mereka.

Kegiatan ekstrakurikuler Kaligrafi diharapkan tidak hanya menghasilkan karya yang semakin baik, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi peserta didik. Dengan latihan yang dilakukan secara rutin dan pendampingan yang berkelanjutan, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi mereka secara optimal.

Melalui ekstrakurikuler Kaligrafi, SMP Negeri 3 Sayung terus berupaya memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk menggali potensi, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya yang membanggakan.

Sabtu, 12 September 2026

Ekstrakurikuler Paskibra SMP Negeri 3 Sayung, Wadah Membentuk Disiplin dan Karakter Siswa

Sayung – SMP Negeri 3 Sayung terus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya adalah ekstrakurikuler Paskibra yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu setelah kegiatan pembelajaran selesai, mulai pukul 14.30 WIB.

Kegiatan Paskibra diikuti oleh siswa-siswi SMP Negeri 3 Sayung yang memiliki minat dan ketertarikan terhadap kegiatan baris-berbaris, kedisiplinan, serta kepemimpinan. Pelaksanaan latihan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan penuh semangat.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Pak Ahmad Zuhri selaku pelatih Paskibra. Sementara itu, kegiatan juga mendapatkan pembinaan dari Pak Masrokan, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 3 Sayung.

Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, siswa tidak hanya dibekali keterampilan baris-berbaris, tetapi juga diajarkan berbagai nilai positif seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, ketangguhan, kepemimpinan, dan percaya diri.

Pak Ahmad Zuhri, selaku pelatih Paskibra, menyampaikan bahwa kegiatan latihan dirancang agar siswa dapat belajar dengan serius tetapi tetap dalam suasana yang menyenangkan.

“Kami ingin anak-anak mengikuti Paskibra dengan senang dan penuh semangat. Selain keterampilan baris-berbaris, yang paling penting adalah membentuk kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan mental mereka. Dengan latihan yang rutin, kami berharap anak-anak semakin percaya diri dan memiliki karakter yang lebih baik,” ujar Pak Ahmad Zuhri.

Sementara itu, Pak Masrokan, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Paskibra menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

“Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui kegiatan Paskibra, anak-anak mendapatkan pengalaman untuk belajar disiplin, bekerja sama, mematuhi aturan, dan bertanggung jawab. Kami berharap pembiasaan positif yang mereka dapatkan dalam latihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Pak Masrokan.

Kegiatan latihan yang berlangsung setiap Sabtu tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter positif. Dengan pendampingan pelatih dan pembina secara konsisten, siswa diharapkan semakin disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat untuk meraih prestasi.

Melalui ekstrakurikuler Paskibra, SMP Negeri 3 Sayung berkomitmen untuk terus menggali potensi dan menumbuhkan prestasi peserta didik, sekaligus membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan.


SMP Negeri 3 Sayung Hadirkan Beragam Ekstrakurikuler untuk Menggali Potensi dan Menumbuhkan Prestasi Siswa

Sayung – SMP Negeri 3 Sayung terus memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi, minat, bakat, dan karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Pada Tahun Pelajaran 2026/2027, SMP Negeri 3 Sayung menyelenggarakan lima kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti peserta didik sesuai dengan minat dan potensinya.

Beragam kegiatan ekstrakurikuler tersebut meliputi Pramuka, Paskibra, Pencak Silat, Seni Tari, dan Kaligrafi. Setiap kegiatan dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan pelatih dan pembina.

Adapun jadwal kegiatan ekstrakurikuler SMP Negeri 3 Sayung adalah: 

  1. Pramuka – Jumat, pukul 14.00–16.30 WIB.
  2. Paskibra – Sabtu, pukul 14.30–16.30 WIB.
  3. Pencak Silat – Sabtu, pukul 15.30–17.00 WIB.
  4. Seni Tari – Sabtu, pukul 12.30–14.30 WIB.
  5. Kaligrafi – Senin, pukul 12.30–14.30 WIB. 

Kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat menyalurkan kreativitas, mengasah keterampilan, serta mengembangkan bakat sesuai dengan bidang yang diminati. 

Selain pengembangan bakat, kegiatan ekstrakurikuler juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Siswa dilatih untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, ketekunan, kreativitas, kepemimpinan, dan rasa percaya diri.

Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman positif bagi peserta didik. Dengan bimbingan pelatih dan pembina, setiap siswa diberikan kesempatan untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuannya.

Melalui berbagai pilihan kegiatan tersebut, SMP Negeri 3 Sayung berupaya mewujudkan slogan “Menggali Potensi, Tumbuh Prestasi.” Diharapkan potensi yang dimiliki setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal dan menjadi bekal untuk meraih prestasi di berbagai bidang. 

Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya menjadi kegiatan tambahan setelah pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk peserta didik yang unggul, terampil, mandiri, kreatif, dan berakhlak mulia.

Ekstrakurikuler Seni Tari SMP Negeri 3 Sayung, Wadah Kreativitas dan Pembentukan Karakter Siswa

Sayung – SMP Negeri 3 Sayung terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya adalah ekstrakurikuler seni tari yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu setelah kegiatan pembelajaran selesai.

Kegiatan ekstrakurikuler seni tari diikuti oleh siswa-siswi SMP Negeri 3 Sayung yang memiliki minat dan ketertarikan terhadap seni tari. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan sehingga para siswa dapat belajar, berlatih, dan mengekspresikan diri dengan penuh semangat. 

Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan bimbingan dari Jazirrotul Ma'na, seorang pelatih seni tari yang juga berprofesi sebagai dosen. Dengan pendampingan dan pengalaman yang dimiliki pelatih, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal serta mengembangkan kemampuan seni tari secara lebih terarah. 

Kepala SMP Negeri 3 Sayung, Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada peserta didik. 

“Kami ingin setiap anak memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan bakatnya. Seni tari bukan hanya tentang kemampuan bergerak dan menampilkan sebuah karya, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, percaya diri, serta menghargai budaya. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter anak menjadi semakin baik,” ujar Eko Sudinuryanto. 

Sementara itu, Masrokan, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan bahwa kegiatan seni tari mendapatkan respons positif dari para siswa. 

“Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti latihan. Mereka belajar bersama, saling bekerja sama, dan berusaha mengikuti arahan pelatih. Kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam suasana yang menyenangkan,” ungkap Masrokan. 

Selain mengembangkan keterampilan seni, kegiatan ekstrakurikuler seni tari diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembentukan karakter peserta didik. Melalui proses latihan yang dilakukan secara rutin, siswa belajar tentang disiplin, ketekunan, tanggung jawab, kerja sama, percaya diri, dan menghargai seni serta budaya. 

SMP Negeri 3 Sayung berkomitmen untuk terus memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat berkembang sesuai dengan potensi dan minat masing-masing. Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang beragam dan menyenangkan, sekolah berharap lahir generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, kreatif, percaya diri, dan mampu mengembangkan potensi dirinya.


Jumat, 11 September 2026

Sambut Siswa dengan Senyum, SMP Negeri 3 Sayung Bangun Karakter Positif Sejak Pagi

Sayung – SMP Negeri 3 Sayung terus membangun budaya sekolah yang positif melalui kegiatan pembiasaan menyambut kedatangan siswa setiap pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan pintu masuk sekolah sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Dalam kegiatan ini, guru bersama Kepala SMP Negeri 3 Sayung hadir untuk menyambut para siswa yang datang ke sekolah. Suasana pagi yang penuh keramahan, senyum, dan sapaan menjadikan kegiatan tersebut berlangsung dengan menyenangkan.

Kegiatan penyambutan siswa dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebagai salah satu upaya untuk menciptakan kedekatan antara guru dan peserta didik sekaligus membangun suasana sekolah yang positif sejak awal kedatangan siswa.

Kepala SMP Negeri 3 Sayung, Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pembiasaan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik.

“Kami ingin anak-anak merasa senang dan nyaman ketika datang ke sekolah. Dengan sambutan, senyum, dan sapaan dari guru serta kepala sekolah, diharapkan terjalin kedekatan yang positif. Pembiasaan sederhana seperti ini jika dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter anak,” ungkap Eko Sudinuryanto.

Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan sikap disiplin, sopan santun, rasa percaya diri, serta kebiasaan positif lainnya dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Senada dengan hal tersebut, Masrokan, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan bahwa kegiatan penyambutan siswa merupakan salah satu bentuk perhatian sekolah terhadap perkembangan karakter peserta didik.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar menyambut siswa di pintu gerbang. Kami ingin membangun komunikasi dan kedekatan dengan anak-anak sejak mereka datang ke sekolah. Dengan suasana yang menyenangkan, kami berharap siswa lebih siap mengikuti pembelajaran dan secara bertahap memiliki karakter yang semakin baik,” jelas Masrokan, S.Pd.

Melalui keterlibatan aktif guru dan kepala sekolah, kegiatan pembiasaan ini diharapkan dapat terus menjadi budaya positif di SMP Negeri 3 Sayung. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara rutin dan konsisten, sekolah berharap karakter peserta didik dapat berkembang menjadi semakin baik, mulai dari kedisiplinan, kesopanan, tanggung jawab, hingga sikap saling menghargai.

Kegiatan sederhana di pagi hari ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal kecil. Senyum, sapaan, perhatian, dan keteladanan yang diberikan setiap hari diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.



Rabu, 09 September 2026

Kepala SMP N 3 Sayung Berbagi Praktik Baik di Kegiatan Pelatihan yang Diadakan Dindikbud Kab. Demak

Demak, 8 September 2026 – Kepala SMP Negeri 3 Sayung, Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Berbagi Praktik Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Pembelajaran Interaktif yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, bertempat di Aula SMP Negeri 3 Demak, dan diikuti oleh 37 guru mata pelajaran se-Kabupaten Demak. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik dalam pemanfaatan teknologi, koding, dan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Bapak Haris Wahyudi Ridwan, AP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau memberikan penguatan agar kegiatan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran.

Beliau juga menyampaikan bahwa apabila dalam pelaksanaan program terdapat kesulitan atau kendala, para guru dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak. Program peningkatan kompetensi siswa juga diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan MGMP.

Selain itu, Kepala Dinas menekankan pentingnya mengembangkan berbagai inovasi yang telah dimiliki oleh guru dan sekolah. Inovasi yang sudah ada harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik. Perencanaan program di sekolah juga perlu dilakukan secara berbasis data, sehingga program yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan.

Sebagai salah satu pemateri, Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 3 Sayung, berbagi praktik baik mengenai implementasi koding dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran interaktif.

Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran, tetapi juga diajak untuk melakukan praktik secara langsung. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk membantu guru menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Melalui kegiatan praktik, para peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran interaktif yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para guru aktif mengikuti praktik, berdiskusi, dan mencoba berbagai pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa guru memiliki semangat yang tinggi untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Melalui kegiatan berbagi praktik baik ini, diharapkan pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial tidak hanya menjadi pengetahuan baru bagi guru, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, bermakna, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Kegiatan berakhir pada pukul 15.00 WIB dengan menghasilkan berbagai produk media pembelajaran interaktif yang diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan oleh para peserta di sekolah masing-masing.



Kamis, 03 September 2026

Semangat Nasionalisme di SMP Negeri 3 Sayung melalui Rutinitas Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Sayung — Dalam rangka menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme di kalangan warga sekolah, SMP Negeri 3 Sayung melaksanakan kegiatan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin di lingkungan sekolah dan diikuti oleh seluruh warga sekolah.

Setiap pukul 10.00 WIB, lagu Indonesia Raya diputar melalui pengeras suara dari kantor sekolah. Saat lagu mulai terdengar, seluruh aktivitas sejenak dihentikan. Seluruh warga sekolah, baik siswa maupun bapak dan ibu guru, berdiri dengan sikap yang tertib dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. 

Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para siswa mengikuti kegiatan dengan sikap yang baik sebagai bentuk penghormatan terhadap lagu kebangsaan. Guru dan seluruh warga sekolah juga turut memberikan teladan dengan ikut berdiri dan menyanyikan Indonesia Raya bersama siswa.

Kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai nasionalisme, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta membangun sikap disiplin dan menghargai simbol-simbol negara. Dengan dilakukan secara konsisten, diharapkan semangat kebangsaan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Masrokan, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai positif dalam membangun karakter siswa. 

“Kegiatan menyanyikan Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB merupakan kegiatan yang sangat baik untuk menanamkan rasa nasionalisme kepada siswa. Anak-anak dibiasakan untuk menghargai lagu kebangsaan dan memahami bahwa mereka merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Kami berharap kebiasaan sederhana ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia.” 

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Sayung, Bapak Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. 

“Kami ingin semangat nasionalisme tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga diwujudkan melalui pembiasaan sehari-hari. Ketika Indonesia Raya diperdengarkan, seluruh warga sekolah berdiri dan menyanyikannya bersama-sama. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap bangsa dan negara sekaligus menjadi teladan bagi siswa. Semoga kegiatan ini dapat terus membangun semangat cinta tanah air dan menambah rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.” 

Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah memberikan dampak positif terhadap suasana sekolah. Selain menumbuhkan semangat kebangsaan, kegiatan ini juga mampu menciptakan rasa kebersamaan antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. 

Dengan kegiatan yang dilakukan secara rutin setiap pukul 10.00 WIB tersebut, SMP Negeri 3 Sayung terus berkomitmen untuk menanamkan nasionalisme, cinta tanah air, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap simbol-simbol negara melalui pembiasaan nyata di lingkungan sekolah. 

Indonesia Raya berkumandang, semangat nasionalisme tumbuh, cinta tanah air semakin kuat.

Semangat Jumat Bersih, Wujudkan Lingkungan SMP Negeri 3 Sayung yang Bersih dan Nyaman

Sayung — SMP Negeri 3 Sayung kembali melaksanakan kegiatan Jumat Bersih sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di seluruh lingkungan SMP Negeri 3 Sayung dengan melibatkan seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX bersama bapak dan ibu guru.

Kegiatan Jumat Bersih berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Sejak kegiatan dimulai, para siswa bersama guru secara gotong royong membersihkan berbagai area lingkungan sekolah, mulai dari halaman, taman, area sekitar ruang kelas, hingga lingkungan sekolah lainnya. Para siswa terlihat aktif bekerja sama dalam melaksanakan tugas kebersihan yang telah dibagi.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Melalui kegiatan Jumat Bersih, siswa belajar untuk memiliki rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat gotong royong.

Keterlibatan seluruh warga sekolah membuat kegiatan berjalan dengan lancar. Guru turut mendampingi dan memberikan arahan kepada siswa, sementara seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX berpartisipasi secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Masrokan, S.Pd., menyampaikan bahwa Jumat Bersih merupakan kegiatan sederhana tetapi memiliki manfaat yang besar dalam membentuk kebiasaan positif siswa.

“Jumat Bersih bukan hanya tentang membersihkan lingkungan sekolah, tetapi juga tentang membangun karakter anak-anak. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan, bekerja sama, saling membantu, dan membiasakan hidup bersih. Harapan kami, kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah dan di lingkungan masyarakat.”

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Sayung, Bapak Eko Sudinuryanto, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap semangat seluruh siswa dan guru dalam mengikuti kegiatan Jumat Bersih.

“Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh warga sekolah dalam melaksanakan Jumat Bersih. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, sehat, dan menyenangkan. Yang lebih penting, kegiatan ini mengajarkan kepada siswa bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Saya berharap budaya menjaga kebersihan ini terus menjadi kebiasaan dan menjadi bagian dari karakter seluruh warga SMP Negeri 3 Sayung.”

Hasil kegiatan Jumat Bersih terlihat sangat baik. Lingkungan SMP Negeri 3 Sayung menjadi lebih bersih, rapi, nyaman, dan tertata. Selain memberikan dampak positif secara langsung terhadap kondisi lingkungan sekolah, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antara guru dan siswa.

Melalui kegiatan Jumat Bersih yang dilakukan secara rutin, SMP Negeri 3 Sayung terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga menanamkan nilai peduli lingkungan, gotong royong, tanggung jawab, dan kedisiplinan kepada seluruh siswa.

Jumat Bersih, sekolah bersih, belajar nyaman, siswa semakin peduli dan bertanggung jawab.